Mengapa Indonesia Menjadi Pusat Produksi Baterai EV Global?

Mengapa Indonesia Menjadi Pusat Produksi Baterai EV Global?

0 0
Read Time:58 Second

Indonesia memposisikan diri sebagai pusat produksi baterai Kendaraan Listrik (EV) global, didorong oleh cadangan nikel yang melimpah, yang merupakan komponen kunci dalam baterai lithium-ion. Pemerintah Indonesia secara aktif menarik investasi asing langsung (FDI) dari raksasa otomotif dan produsen baterai untuk membangun rantai pasokan EV end-to-end, mulai dari penambangan hingga manufaktur sel baterai.

Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nikel dengan memprosesnya di dalam negeri, daripada hanya mengekspor bijih mentah. Kebijakan larangan ekspor bijih nikel merupakan langkah kunci untuk memaksa perusahaan asing membangun fasilitas pemrosesan dan smelter di Indonesia.

Investasi besar dari perusahaan Korea Selatan, Tiongkok, dan Eropa telah mengalir ke proyek-proyek baterai di Indonesia. Integrasi vertikal ini memungkinkan Indonesia memiliki keunggulan biaya yang signifikan dalam produksi baterai, berpotensi mengubah lanskap manufaktur EV global.

Namun, tantangan lingkungan dan sosial menjadi perhatian. Penambangan nikel dan proses pengolahan baterai seringkali dikaitkan dengan dampak lingkungan yang parah dan isu hak-hak pekerja. Indonesia harus menyeimbangkan ambisi ekonominya dengan praktik keberlanjutan yang ketat.

Indonesia menjadi pusat produksi baterai EV global karena cadangan nikelnya yang melimpah dan kebijakan pemerintah yang memaksa pemrosesan nikel di dalam negeri, meskipun tantangan keberlanjutan lingkungan dan sosial harus diatasi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %