Iklim ekstrem India, dengan suhu yang seringkali melampaui $45^\circ C$, menimbulkan masalah serius pada baterai Kendaraan Listrik (EV), termasuk penurunan efisiensi, umur baterai yang lebih pendek, dan risiko termal yang lebih tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, produsen EV dan startup India telah mengembangkan strategi inovatif dalam sistem pendingin baterai yang dirancang khusus untuk kondisi tropis dan sub-tropis.
Strategi utama melibatkan pengembangan sistem Pendinginan Cair Langsung (Direct Liquid Cooling) yang lebih efisien dan penggunaan material fase berubah (Phase Change Materials) untuk menyerap panas berlebih dari paket baterai. Inovasi lokal ini berfokus pada biaya rendah dan ketahanan tinggi, menjadikannya lebih realistis untuk diterapkan pada EV massal dan rickshaw listrik India.
Selain itu, India berinvestasi dalam pengembangan jaringan pengisian daya yang cerdas yang mampu mengatur laju pengisian berdasarkan suhu sekitar dan kondisi baterai untuk mencegah overheating selama pengisian cepat. Pemerintah juga mendorong penelitian untuk menguji material baterai alternatif yang lebih toleran terhadap panas.
Keberhasilan India dalam mengatasi masalah suhu baterai akan menjadi kunci untuk membuka pasar EV di seluruh Asia Selatan dan negara-negara beriklim panas lainnya. Inovasi pendinginan lokal India ini menawarkan solusi praktis untuk menjadikan EV benar-benar layak di wilayah dengan suhu tinggi.

